Kamis, 25 Oktober 2012

Tugas Ujian Tengah Semester Psikologi Belajar TA. 2012/2013: Pengaplikasian Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dalam Pembelajaran Di Kelas



Nama Kelompok 5 :


Teori perkembangan kognitif Piaget
Menemukan asal muasal logika alamiah dan transformasinya dari satu bentuk penalaran ke penalaran lain, hakikat konstruktivitas dari kecerdasan dan faktor-faktor esensial dalam perkembangan kognitif. Proses mengetahui diciptakan dalam interaksi seseorang dengan lingkungan  untuk mengetahui dengan cara bertindak melalui observasi dan eksperimentasi.

Perkembangan kognitif adalah pertumbuhan pemikiran logis dari bayi hingga dewasa, yang menghasilkan konstruksi baru dari konstruksi sebelumnya yaitu : skema tindakan, operasi konkret, dan formal. Dengan memfasilitasi pemikiran logis member kesempatan luas untuk eksperimentasi dengan objek fisik yang didukung oleh interaksi antarteman dan pertanyaan guru. Serta menjaga relasi timbale balik antara anak dan pendidikan.

Pengaplikasian teori dalam kelas berupa “YEL-YEL KELOMPOK”
Caranya :
  • Setiap kelompok harus membuat yel-yel baru pada setiap pertemuan
  • Lirik dari yel-yel harus ada sangkut pautnya dengan teori pada topic yang telah disepakati.
  • Dan setiap kelompok harus bersiap untuk ditunjuk dosen menyajikan yel-yelnya, walaupun dipilih secara acak, tetap saja setiap kelompok harus mempersiapkan yel-yelnya, kerena lirik dari yel-yel tersebut adalah pemahaman teori dari apa yang kita baca di buku. Jadi mau tidak mau kita harus aktif belajar sebelum kuliah berlangsung.
  • Di sini kemampuan sensori dan kognitif kita juga dilatih untuk aktif selalu
Aplikasi ini kami pilih karena pada teori Piaget ada 3 tujuan umum kompatibel dengan kurikulum :
1.Pengembangan otonomi anak melalui situasi interaktif
2.Menyebarkan dan mengordinasikan beragan sudut pandang anak
3.Mengembangkan kesiapan, keingintahuan, inisiatif, dan kepercayaan diri dalam belajar.

Operasi Konkret : proses bertahap yang mencakup konflik kognitif, kemudian dipengaruhi berbagai pilihan, dan akhirnya resolusi konflik secara logis.
Opersi Formal : satu efek dalam stu situasi mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, atau satu faktor kausal bisa diiringi atau ditutupi oleh beberapa faktor berbeda.

Seperti aplikasi yel-yel di atas pada pembelajaran, siswa dituntut berinisiaif dan percaya diri dalam belajar walaupun dipengaruhi berbagai pilihan yaitu harus membuat yel-yel  dan harus bertanya dalam bebtuk yel-yel juga tapi akhirnya siswa menemukan solusi dari konflik kognitifnya, karena adanya interaksui antara teman dan dosen ataupun pendidik.

Selasa, 23 Oktober 2012

Tugas Individu : review jurnal



Lingkungan bahasa sangat penting bagi seseorang pembelajar untuk dapat  berhasil dalam mempelajari bahasa baru (bahasa kedua) yang dimaksud  dengan lingkungan bahasa adalah segala hal yang didengar dan dilihat oleh pembelajar sehubungan bahasa ke dua yang sedang dipelajari, yang  termasuk dalam lingkungan bahasa adalah situasi di restoran atau di toko,  percakapan dengan kawan-kawan, ketika nonton televisi, saat membaca  koran, dalam proses belajar mengajar di kelas, membaca buku-buku  pelajaran, dan sebagainya. Kualitas lingkungan bahasa ini merupakan sesuatu yang penting bagi pembelajar untuk memperoleh keberhasilan  dalam mempelajari bahasa kedua. Lingkungan bahasa ini dapat  digolongkan atas (a) lingkungan formal seperti di kelas dalam proses belajar mengajar, dan bersifat artifisial, dan (b) lingkungan informal atau formal.
Pelajaran yang diberikan pada kelas ini adalah cara membaca yang baik dan benar hingga mencapai Iqro’ juz, mengenalkan huruf  hijaiyah,  latihan menulis huruf  hijaiyah, menghafal angka Arab (1–10),  menghafalkan doa keseharian, menghafalkan doa sholat, dan memberikan berbagai motivasi pada anak agar mereka tetap termotivasi mengikuti  pelajaran keagamaan.
Pembentukan Kemampuan Berbahasa Arab Pada Anak Usia Prasekolah berkaitan dengan pemrosesan informasi dapat dijelaskan sebaai berikut :
Komponen esensial pemrosesan informasi yang dapat diaplikasikan untuk belajar adalah komponen belajar dan proses persepsi, pengkodean, dan pengambilan informasi dari memori jangka panjang.
Asumsi dasar dari pemrosesan informasi mendeskripsikan sifat dari siatem memori manusia dan representasi pengetahuan dalam memori. Seperti pada artikel di atas pengajar  mengenalkan huruf  hijaiyah,  melatih menulis huruf  hijaiyah, menghafal angka Arab (1–10),  menghafalkan doa keseharian, menghafalkan doa sholat kepada anak prasekolah adalah salah satu pengkodean yang efektif dalam melatih memori jangka panjang.  Di sini pengajar memfokuskan perhatian pemelajar menggunakan advance organizers yang mencakup konsep inklusif yang berfungsi sebagai penghubung antara simpanan informasi siswa dan belajar baru yang berfungsi sebagai kerangka konseptual dan juga memfasilitasi pengkodean.

Rabu, 10 Oktober 2012

Tugas Individu Belajar asik dengan teori Skinner

Prinsip utama penguatan pada teori Skinner adalah dinamika proses dan faktor yang memenuhi penguatan. Tiga komponen penting Skinner dari paradigm Thorndike adalah stimulus diskriminatif, respon, dan stimulus berpenguat.
  • Pada pertemuan hari ini, bu Dina selaku dosen saya, memberikan 3 stimulus untuk dibuat produk apapun yang saya fikirkan, yang pertama ada sertifikat hari anak nasional dan hari tanpa TV  agar anak hemat listrik, yang kedua sertifikat mengembangkan kepribadian remaja; bagaimana menghindari narkoba, dan yang ketiga selembar kertas putih.
  • Lalu terciptalah hasil kreativitas saya dari stimulus yang diberikan dosen saya, yaitu iklan hemat listrik. Di iklan tersebut ada himbauan untuk anak dan orang tua, tapi bisa juga sih sepertinya dibilang artikel. Ada tulisan agar anak hemat listrik dan hemat nonton TV dengann cara mengembangkan kreativitas ataupun mengembangkan imaginasi anak, dengan adanya reward dan punishment dari orang tua.


          
  • Kenapa ada reward dan punishment? Karena diteori Skinner asumsinya adalah frekuensi respon meningkat karena konsekuensi yang dideskripsikan berfungsi sebagai penguatan.

Stimulus Diskriminatif
Respon
Konsekuensi
Tipe konsekuensi
Tipe penguatan
Sertifikat dan selembar kertas
Saya membuat tulisan berupa iklan atau himbauan hemat listrik untuk anak dan pengawasan peran orang tua
Saya mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan imaginasi saya, dan dapat nilai bagus.
Perilaku saya, memunculkan stimulus baru
possitif


Selasa, 09 Oktober 2012

Tugas individu menganalisa kasus (pengalaman pribadi) berdasarkan teori belajar berpenguat Skinner


Pengalaman saya disuruh keluar dosen, tidak bisa masuk kelas karena tidak membawa buku pada saat mata kuliah tersebut  berlangsung. Contoh pengalaman kedua saya yang dikaitkan dengan teori belajar Skinner adalah pada saat saya merasa gagal dalam ujian akhir, saya harus rajin membaca buku dan konsekuensi yang saya terima saya berhasil dalam ujian dan stimulus yang baru telah saya terima, saya harus rajin menbaca agar pintar. *Asumsinya frekuensi saya merespon meningkan karena konsekuensi yang diberikan oleh dosen ataupun dengan kegagalan saya ujian, berfungsi sebagai penguat yang akhirnya menentukan saya menjadi rajin,antusias (positif), ataukah saya semakin malas (negative).
Stimulus diskrimintif
Respon
Konsekuensi
Tipe Konsekuensi
Tipe Penguatan*
Buku Pelajaran
Saya rajin membaca buku
Saya berhasil dalam ujian
Perilaku subjektif “memproduksi stimulus baru”
positif
Perintah dosen agar saya keluar kelas karena tidak membawa buku
Minggu depan pada saat kuliah saya rajin membawa buku
Teguran dosen berhenti
Perilaku subjek diikuti dengan penarikan stimulus diskriminatif
Negative

Senin, 08 Oktober 2012

KINKY BOOTS




Sinopsis Film :

Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Charlie Price. Dia adalah anak seorang pengusaha sepatu "Price & Sons" yang sekaligus pewaris dari perusahaan tersebut. Ketika ayahnya meninggal, dia terpaksa meneruskan perusahaan itu. Tetapi ternyata perusahaan tersebut sudah hampir bangkrut dan Charlie harus berusaha membangkitkan perusahaan keluarganya tersebut. Dengan berat hati, Charlie harus melakukan PHK terhadap beberapa karyawan, tetapi ada seorang karyawannya yang protes atas tindakan Charlie tersebut. Oleh sebab itu Charlie semakin bingung harus berbuat apa.


Ditengah masalah yang menimpanya, Charlie bertemu dengan seorang waria yang bernama Lola (Simon), seorang waria yang berprofesi sebagai seorang penyanyi cabaret. Dalam pertemuan itu Charlie melihat kesulitan yang dialami Lola setiap kali memakai sepatu, dari pengalaman Lola tersebut, Charlie mendapatkan ide untuk mendesain sepatu untuk para waria dan Lola dijadikan sebagai desainer, hal ini didukung oleh seorang pegawai Charlie bernama Laurent.


Charlie sangat antusias dengan idenya tersebut, oleh sebab itu dia berusaha untuk membuat sepatu boots warna merah terbaik untuk Lola. Tetapi ternyata sepatu yang dibuat oleh Charlie tidak sesuai dengan harapan Lola. Lola sangat marah dan tersinggung kepada Charlie, karena sepatu yang dia buat dengan warna merah tidak seperti harapan Lola. Oleh karena itu Charlie dengan susah payah meyakinkan Lola bahwa dia dapat memperbaiki semua kesalahan yang dia buat terhadap sepatu itu. Charlie bahkan harus rela menggadaikan rumahnya dan putus dengan tunangannya hanya untuk mempromosikan produk buatannya itu ke Milan (pusat mode).


Di Milan Charlie banyak sekali mengalami hal yang tidak dia harapkan, tetapi dia tidak pernah patah semangat untuk terus maju dan membangkitkan perusahaan warisan ayahnya. Berkat kerja samanya dengan Lola, dia melakukan perubahan dari seorang anak yang tidak peduli dengan perusahaan ayah nya menjadi seorang anak yang bertanggung jawab bukan hanya kepada perusahaan ayahnya tersebut, tetapi juga kepada para karyawan yang sebelumnya telah dia PHK.


Analisa Film :


Setelah menonton film "Kinky Boots" kelompok kami mengaitkan beberapa teori belajar dalam film tersebut. Diantaranya teori belajar Gestalt dan Teori Belajar Thorndike.

Berdasarkan teori Gestalt
Teori Belajar awal Gestalt, pada asumsi dasar kedua dan ketiga yang menyatakan bahwa individu memahami aspek dari lingkungan sebagai organisasi stimuli, dan merespons berdasarkan persepsi tersebut. Ketika Charlie bertemu dengan lola dan mendapatkan ide untuk membuat sepatu boots khusus buat waria. 
Berdasarkan Hukum Belajar Thorndike yaitu pemecahan masalah-masalah adalah melibatkan pembentukan asosiasi atau koneksi antara stimulus (masalah) dan respon yang tepat. Dapat dilihat dari kerja keras dan kekompakan antara Charlie, Lola dan seluruh pegawai perusahaan yang akhirnya berhasil memproduksi sepatu yang akan ditampilkan di Milan. Sehingga perusahaan itu terselamatkan dari kebangkrutan dan sepatu kinky boots diterima pasar.