Sabtu, 13 April 2013

Tugas : Hasil Wawancara Guru

nama : Lisa Chairani
NIMI : 101301015

BAB I
PENDAHULUAN
Apakah itu mengajar? Mengajar berasal dari kata ajar yang bermakna memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami. Mengajar bermakna tindakan seseorang atau tim dalam memberi petunjuk atau menyampaian informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek didik tertentu. Pengajaran adalah semua proses tindakan yang terjadi dalam kerangka kegiatan mengajar.
Kegiatan mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademi, dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial dan positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berfikir, bertindak dan merasa. Suatu proses yang menangkat motivasi belajar siswa ke tingkat yang lebih tinggi, dibandingkan dengan efek yang biasa. Guru yang baik dipandang sebagai salah satu yang memberikan kontribusi positif yang membangkitkan niat belajar peserta didik. Guru yang memiliki perspektif adalah mereka yang berpengalaman dalam peraturan sekolah yang memiliki struktur konseptual untuk memahami peristiwa di kelas. Guru tidak hanya harus mampu melihat apa yang terjadi di kelas melainkan juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan tentang apa yang dilihat.
Guru dengan komunikator yang unggul menunjukkan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan yang efektif, memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran secara menyeluruh dan mengikuti perkembangan secara intelektual di bidang lain. Guru harus mampu menjadikan mengajar dan belajar sebagai kegiatan ilmiah, mendorong siswa berfikir kreativ. Oleh karena itu guru yang efektif menggunakan strategi pembelajaran yang efektif pula.  





BAB II
HASIL WAWANCARA
Nama (inisial)              : F
Tanggal/ tempat wawancara   : Kamis, 11 April 2013 / Pekan Raya Sumatera Utara
Waktu                         : 20 menit
Pertanyaan :
1.      Sebagai seorang guru, apa pandangan ibu tentang pendidikan?
2.      Apa motivasi yang mendasari ibu menjadi seorang guru?
3.      Bagaimana sudut pandangnya sebagai guru dalam melihat peserta didik?
4.      Apa suka dan duka ibu dalam mengajar?
5.      Apakah ada pendekatan khusu yang ibu lakukan untuk memotivasi siswa didikan ibu?
Jawaban dari hasil interview :
1.      Arti pendidikan bagi saya, pendidikan sangat penting apalagi di zaman modern sekarang ini. Minimal memahami baca dan tulis, pendidikan bagi seorang guru bukan hanya sekedar memberikan pelajaran yang ada, tapi juga memberikan pelajaran moral, sopan santun, dan kedisiplinan.
2.      Melihat banyaknya anak-anak nelayan dan petani khususnya di daerah pesisir yang putus sekolah membuat saya tergerak menjadi seorang guru yang tanpa harus dibayar bersedia berbagi ilmu dengan mereka, memberi motivasi pada meraka bahwa pendidikan itu penting.
3.      Setiap orang mempunyai sifat dan perilaku yang berbeda, demikian juga dengan siswa di sekolah, ada yang nakal, pintar dan bias cepat menangkap pelajaran. Tetapi tugas seorang guru membuat bagaimana anak-anak didiknya tetap mau belajar dan focus mengikuti pelajaran yang kita ajarkan.
4.      Sukanya terkadang ada siswa yang kurang mampu menangkap pelajaran, tapi tetap mau mengikuti instruksi yang saya berikan. Sekarang Cukup hanya melihat siswa/siswi kita berhasil dan bias memanfaatkan ilmu yang kita beri setelah mereka tamat, melihat mereka bekerja walau hanya tamat SMA. Dukanya ketika saya melihat ada siswa yang tidak lulus dalam ujian, sepertinya saya merasa gagal, dan betapa sulitnya siswa untuk praktek karena bahan dan alat yang terbatas.
5.      Pendekatan yang saya lakukan dengan mencoba menjadi teman yang baik mereka dengan membiarkan mereka curhat untuk semua hal dan mencoba membantu memecahkan masalah mereka walaupun di luar pelajaran sekolah.




BAB III
PEMBAHASAN

Setiap guru didasari pada paradigm yang berbeda, metode yang digunakan untuk proses pembelajaran yang merujuk pada paradigm tentang bagaimana siswa belajar. Metode diskusi dapat melibatkan strategi penyelidikan maupun kelompok. Metode motivasi guru atau pendekatan khusus juga bias dilakukan sebagai salah satu car yang efektif membangkitkan motivasi siswa.
Hasil dari interview guru di atas, guru termotivasi menjadi seorang guru karena melihat banaknya anak pesisir pantai yang putus sekolah dan tidak mengerti baca tulis. Metode guru bukan hanya mengelompokkan siswa untuk berdiskusi, tetapi guru juga melibatkan diri langsung. Yaitu melakukan pendekatan khsusus sebagai seorang teman untuk peserta didiknya. Guru mendengarkan seluruh curhatan peserta didiknya, baik masalah pribadi atauun masalah kesulitan dalam belajar. Setelah mendengarkan cerita peserta didiknya, guru pun mencoba melakukan system yang terstruktur untuk memotivasi siswa.
Cara yang diterima untuk melihat dunia yang tumbuh dari pertanyaan-pertanyaan, pengamatan, dan analisis dan berbagai bentuk usaha ilmiah, menjadi tugas utama seorang guru. Mendidik, mengajar, mengevaluasi, menilai, membimbing, melatih dan mengarahkan siswa agar selalu belajar giat, adalah tugas guru agar anak pesisir pantai mendapatkan pendidikan yang layak walaupun banyak keterbatasan alat untuk praktek, seperti lab. bahasa, ataupun lab.TIK yang terbatas. Tetapi tetap saja seorang guru di SMAN1 pantai cermin ini harus mampu memotivasi peserta didiknya.

  
BAB IV
KESIMPULAN
Kesimpulan dari hasil wawancara dan pembahasan di atas adalah guru sudah hampir mampu melakukan iprovisasi untuk memotivasi siswa agar selalu giat belajar walaupun dengan keterbatasan alat sekolah dan walaupun menjadi anak yang tinggal di pesisir pantai, harus tetap melanjutkan pendidikan. Dengan melakukan pendekatan kepada siswa dan berbagi pengalaman dengan siswanya, di sini guru sudah melakukan motivsi khusus bagi siswa siswinya.
Suasana di kelas merupakn kesibukan yang menjadi rutinitas tiap hari, jadi di sini guru sudah mampu mempu melaksanakan kegiatan pembelajar secara terstruktur. Mengevaluasi nilai peserta didik yang bandel ataupun yang berprestasi.



BAB V
TESTIMONI DAN SARAN
Testimoni :
Tidak ada kendala dalam wawancara, setelah buat janji dengan guru, langsung melakukan wawancara. Hanya saja jawaban yang diberikan oleh guru, menuru saya kurang efektif, tapi saya tetap berterima kasih kepada ibu guru yang sudah bersedia saya wawancarai.
Saran :
Harusnya guru memberikan pelaran yang tidak membosankan siswa, seperti membuat games atau kuis, jadi jangan hanya mendengarkan curhatan siswa saja.


BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Pedagogi, Andragogi, dan heutagogi Prof. Dr. Sudarwan Danim

Jumat, 12 April 2013

UTS 2012/2013

Nama : Lisa Chairani 101301015

1. Uraikan secara singkat dan padat proses pembelajaran yang kelompok anda RENCANAKAN. Beri ulasan atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedagogi praktis abad 21. (skor 30) jawaban : proses pembelajaran yang kami rencanakan adalah pengenalan warna pada anak.  Yaitu pengenalan warna dasar pada anak usia 3 sampai 5 tahun minimah 3 orang anak dan maksimal 5 orang anak. Kami menyediakan buku bergambar tanpa warna dan pinsil warna pada tiap anak. Kami juga menyediakan gambar buah sebagai game pengenalan warna. Nantinya kami akan memerintahkan anak untuk mewarnai buku gembar sesuai contoh warna yang ada di buku gambar, menggunakan crayon ataupun pinsil berwarna. Berdasarkan tinjauan paedagogi praktis abad 21, perencanaan proses belajar tersebut sudah menjadi progresif, seperti pengertiannya yaitu Paedagogi abad ke-21 yang dikenal juga sebagai paedagogi progresif, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan perubahan besar dalam pola pembelajaran. Paedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banayk orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman.
Paedagogi abstrak harus mampu mengubah seseuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret, paedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplokasikannya. Yaitu perencanaan proses pembelajaran harus sistematis, teoritis (ilmiah) dan praktis (vernakuler). Paedagogi ilmiah adalah membuat pelajaran semakin praktis dilihat dari prisma konsep teoritis (dalam pedagogi, andragogi, dan heutagogi, Prof. Dr. Sudarwan Danim, hal 103) paedagogi ilmiah merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori paedagogi efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pedagogi venakuler. Dari penjelasan tersebut kembali ke perencanaan proses belajar kelompok kami yang merupakan pengenalan warna, anak-anak yang menjadi objek kami akan di perintahkan mewarnai gambar sesuai warna contoh, mudah saja memang bagi anak-anak tersebut mencoretkan warna, tapi belum tentu warnanya sesuai dengan contoh, maka warna tersebut akan salah.
2.       Uraikan secara singkat dan padat tentang HASIL OBSERVASI dari proses pembelajaran kelompok anda. Beri evaluasi atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedagogi, tik dan fenomena kontemporer. (skor 50). 
Jawaban : Hasil observasi kelompok 5 : Anak diberikan kesempatan untuk mewarnai gambar yang telah di berikan contoh warna, sebelum mewarnai anak diinstruksikan untuk menyebutkan warna yang ada dicontoh gambar dan mewarnai kembali gambar tersebut.  Bila ada kesalahan pada penyebutan warna, anak di suruh mengulang kembali menyebutkan warna. Jika anak menyebutkan warna dengan benar maka ia dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu mewarnai gambar sesuai contoh dan warna yang telah disebutnya. Dengan demikian anak diajarkan untuk mengenal dan membedakan warna yang sudah tertera pada contoh gambar.
          Setelah menyelesaikan tahap ini, anak kembali diminta untuk menyebut dan menunjukkan warna dengan benar yaitu anak di berikan stimulus berupa gambar buah yang berwarna warni jika anak memberikan respon yang sesuai maka anak tersebut sudah dikategorikan mampu (mengenali warna yaitu menunjukkan dan menyebutkan warna). Ini adalah game dari perencanaan proses belajar kelompok kami,  dimana jika anak benar dalam penyebutan warna, akan mendapatkan reward, yaitu coklat. Hasil belajar ini jika dikaitkan dengan pedagogi, TIK, dan fenomena kontemporer. Seorang guru yang efektif harus mengelola pembelajaran dengan baik, bagaimana menjangkau anak-anak secara individual, dan bagaimana memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakeristik anak. Ini merupakan pertanyaan esensial yang mendasar pada guru. Fenomena kontemporer member warna sendiri dalam proses pembelajaran, untuk mendidik siswa agar berfikir secara mandiri yang akan melakukan pertumbuhan dan perubahan melalui interaksi guru dan bantuan TIK. Games pengenalan melalui warna buah tadinya mau kami berikan secara on line dengan gadget, tapi karena keteratasan jadi kami hanya memberikan games melalui gambar buah yang banyak warna dasar seperti merah, kuning, hijau dsb, kami memberikan reward coklat pada anak yang cepat dan tepat menjawab. Dengan adanya games ini Vira objek kami yang sempat menangis, malah ikut bersemangat karena games ini.

3.       Tuliskan pandangan anda tentang pembelajaran pada perkuliahan Paedagogi di F. Psikologi USU semester genap TA. 2012/2013 berdasarkan tinjauan Paedagogi Teoritis dan Prinsip prinsip Paedagogis. (skor 20)
jawaban : pedagogi tidak hanya berkuat pada ilmu dan seni mengajar melainkan ada hubungannya dengan pembentukan generasi baru, yaitu pengaruh pendidikan sebagai system yang bermuara pada pengembanagn individu atau peserta didik (dalam pedagogi, andragogi, dan heutagogi, Prof. Dr. Sudarwan Danim, hal 69). Pembelajaran pada perkuliahan Paedagogi di F. Psikologi sudah mencakup semuanya, dari pedagoi abad 21 yang memerapkan konsep secara sistematis,dengan adanya kontrak kuliah dan disiplin waktu. TIK dan fenomena kontemporer yang mengaharuskan peserta didik ikut andil dalam pengembangan e-learning. Prinsip pedagogis itu adalah kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses pedagogis yang menekankan  proses belajar harus berdasarkan temuan yang paling maju di bidang sains kontemporer dalam korespondensi ideology kehidupan dan pekerjaan sebagai kegiatan yang mendidik manusia.