Selasa, 23 April 2019

How to Grow Instagram Bersama Niputuchandra di sesi Ngopi Cantik Jilid 8 Berautiesquad


Anak muda zaman milienial tentu saja tidak pernah terlepas dari yang namanya menggunakan sosial media, dan Instagram sebagai salah satu sosmed yang paling sering dijadikan wadah berbagi foto dan informasi untuk saat ini. Instagram juga dijadikan wadah untuk berbisnis seperti influencer yang banyak menggunakan instagram sebagai media untuk mempromosikan brand yang sedang bekerjasama.

Sebelumnya aku sudah pernah mengikuti ngopi cantik bersama beautiesquad, ngopi cantik adalah wadah untuk saling sharing menggunakan grup WA bersama beautiesquad yang dibuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin mengikuti kelas sharing ini, eits tentu saja tema yang disajikan selalu berbeda dan ada batas pendaftaran pesertanya loh, jadi siapa cepat dia dapat. pastikan kalian yang ingin mengikuti ngopi cantik harus mengaktifkan notification dari instagram beautiqsquad ya girl.

Ngopi Cantik edisi 8 bersama Beautiesquad kali ini membahas tentang "How to Grow Instagram" yang disampaikan oleh blogger hits bernama @Niputuchandra akan berbagi beberapa tips yang ia gunakan dalam mengembangkan instagram pribadinya. 


How To Grow Instagram




Instagram sendiri memiliki 1 Billion Active Users (1 Milyar Pengguna Aktif) setiap bulannya dan sudah disebut-sebut sebagai “The Popular Social Networks Worldwide”. Tentunya karena sudah disebut-sebut sebagai The Popular Social Networks Worldwide, kita harus memanfaatkan ini, memanfaatkan crowd yang ada di Instagram untuk membaca artikel kita, mengunjungi blog kita, memberikan awareness kepada audience tentang diri kita sendiri sebagai blogger/content creator dan tentunya ‘menggaet’ brand untuk project-project selanjutnya. Untuk menunjang hal-hal tadi, Instagram sudah dilengkapi dengan berbagai fitur. Contohnya: insta story, upload multiple photo, video feed, business profile, peletakkan link di bio Instagram, link swipe up di insta story (untuk followers diatas 10k), promote post, IG TV dan fitur-fitur lainnya. Kenapa harus grow Instagram?

1. Network
Instagram memiliki user base yang cukup besar, 1 milyar active users/bulannya. Jadi menggunakan Instagram is the perfect opportunity to reach a lot of people dan tentunya untuk engage dengan audience kalian.

2. Keep up to date
Instagram menjadi tempat paling mudah untuk pay attention terkait trend atau berita terkini. Misalnya, pay attention tentang produk makeup/skincare terbaru, makeup trend terbaru atau bahkan drama-drama di dunia beauty­čśů

3. Easy
Mudah digunakan untuk on-the go, mudah digunakan untuk share pengalaman kalian menggunakan produk secara real time.

Definisi growth untuk Instagram


1. Followers meningkat Ini definisi dari growth yang sudah banyak orang ketahui ya… Aku yakin juga teman-teman yang ikut NgopCan ini sudah tau. Contoh: dari 5000 followers menjadi 8000 followers.

2. Engagement rate dan metrics-metrics lainnya meningkat Metrics sendiri artinya measurement unit, sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Kalo kalian sudah menggunakan business profile di Instagram tentunya sudah tahu dong ya fitur insights? Dari fitur tersebut kita bisa melihat data-data penting dari akun kita. Metrics yang bisa kalian lihat dari fitur insights diantaranya: • Profile visits ➡dalam 7 hari terakhir, ada berapa akun yang mengunjungi akun kalian? • Website clicks ➡ berapa orang yang klik link yang ada di bio? • Reach ➡berapa jumlah Instagram user yang melihat postingan kalian? Notulensi Ngopcan #8 How To Grow Instagram • Impressions ➡berapa kali postingan kalian dilihat oleh Instagram user? Satu user bisa melihat postingan kalian lebih dari satu kali, makanya angka impressions lebih besar dari angka reach.

Bagaimana cara grow Instagram?


1. Kuasai semua fitur dan metrics yang ada pada Instagram
Tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada Instagram. Percuma dong kita, pengguna Instagram, tidak mengerti fitur apa saja yang bisa kita manfaatkan… percuma juga kalo kita menggunakan bisnis profile di Instagram tapi tidak mengerti apa perbedaan business profile dengan personal account. Kenali juga maksud dari metrics yang ada di insights masing-masing post atau insight dari akun Instagram kita sendiri. Bila perlu, catat angkanya, buat grafiknya (supaya kalian bisa melihat secara jelas, terjadi kenaikan atau penurunan) dan evaluasi masing-masing metrics, apakah mengalami peningkatan, penurunan atau malah stabil?

2. Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama
Niche sendiri itu maksudnya pengklasifikasian akun Instagram kalian berdasarkan jenis dan isi/kotennya. Misalnya, akun aku @niputuchandra, memang fokusnya itu post tutorial makeup di Instagram, sharing review dan produk di Instagram. Semua ini masuk ke kategori beauty. Jadi niche dari akunku sendiri itu beauty. Jangan lupa untuk berinteraksi dengan akun dengan niche yang sama untuk meningkatkan peluang foto/video kalian tetap berada di niche yang sudah kalian tentukan. Pasti ada ya dari kalian yang menggunakan Instagram untuk fangirling, kemudian dengan akun yang sama kalian juga interaksi; like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kalian. Saranku, buatlah akun terpisah untuk melakukan fangirling tadi. Gunanya apa? Menghindari akun kalian pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan kalian dilihat oleh lebih banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kalian.

3. Kenali audience kalian seperti apa.
Kenali secara demografis ➡ audience kalian paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian paling banyak di kelompok usia yang mana? Kenali secara geografis ➡audience kalian paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana? Kenali secara psikografis ➡lifestyle, audience kalian lebih banyak yang suka makeup koreakah? Makeup drugstore kah? Makeup highend kah? Kenali secara behavioristis ➡ perilaku seperti audience kalian lebih banyak yang memang ingin tahu review produk atau sesama blogger/content creator? Notulensi Ngopcan #8 How To Grow Instagram Mengenali audience kalian ini bisa membantu kalian mengatur strategi ketika kalian akan post foto, video. Ini juga bisa membantu kalian memilah, kira-kira produk apa saja sih yang harus kalian share di Instagram?

4. Tentukan branding!
Berdasarkan analisa aku pribadi dari timeline di Instagram, masih banyak loh yang mengabaikan soal branding. Padahal branding ini sangat penting. Branding disini maksudnya segala aktivitas yang bisa menguatkan dan menonjolkan diri kita sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kalian atau diri kalian sendiri ingin dilihat oleh audience? Contohnya yang gampang @awkarin deh ya. Berdasarkan analisaku pribadi, @awkarin ini cukup khas dengan 100 instagram story/hari dan foto-fotonya yang aesthetic. Contoh lain lagi, @21makeupaddictions, post video tutorial makeup hampir setiap hari dengan menggunakan background video berwarna pink. Jadi begitu melihat warna pink ingetnya ‘oh akun @21makeupaddictions loh dia serba pink’. Contohnya @aro_kopa, share makeup tutorial dengan backsound-backsound yang fun (kadang ada backsound dangdut atau lagu india) sehingga memberikan kesan kalo @aro_kopa ini adalah beauty conten creator yang fun. Atau akun @heidinatjahjadi, dengan branding yang terkesan elegan.

5. Berinteraksi dengan audience
Interaksi disini gak cuma berupa kalian share di insta story, audience kalian lihat muka kalian, lihat kalian ngomong disana. Interaksi di Instagram sendiri macam-macam, salah satu contohnya yang sering diabaikan adalah membalas komen audience. (A little hint: membalas komen audience juga dapat meningkatkan engagement rate akun kita loh!) Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan live session.

6. Gunakan hashtag sesuai dengan niche kalian
Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kalian di niche yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kalian. Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup… jangan malah menggunakan #foodporn #fashion


Pada setiap jilid di ngopi cantik kita dibebaskan untuk bertanya dan dibatasi hanya untuk beberapa penanya saja. Pertanyaan paling menarik menurutku adalah pada penanya ke 2 yaitu :

Penanya 2:
Aku mau tanya pendapat kak Tutu mengenai instagram user yg masih sedikit followersnya tp sudah ditanya ratecard untuk kerjasama, mungkin bagaimana tipsnya juga agar tidak mengecewakan pihak trb dgn followers yg masih sedikit itu. Jawab: Sebetulnya gini sih... ketika calon klien/brand menanyakan soal ratecard, berarti calon klien/brand ini menghargai posisi kamu sebagai blogger/content creator. Agar tidak mengecewakan calon klien/brand tentu harus membalas email/direct message tersebut dengan sopan & professional, selanjutnya untuk masalah nominal dari ratecard sendiri bisa kamu sesuaikan sendiri dengan worth kamu sebagai blogger/content creator. Yang dilihat gak melulu soal followers loh, ada banyak akun instagram yang memang punya followers dibawah 5000 tapi memiliki engagement rate yang cukup tinggi.

Cara menentukan engagement rate rendah/tinggi:
1%: low
1%-3.5%: average
3.5%-6%:high
> 6%: really high

Jadi meskipun followers kamu, misalnya, belum mencapai 5000, kamu bisa nih meningkatkan engagement rate dan tunjukkin ke calon klien/brand melalui media kit... "ini loh dengan ER sekian, aku worth sekian". Kalo memang setelah itu calon klien/brand menghilang... simply anggap saja.... belum rejeki. 

Nah itu dia pengalaman ku mengikuti sharing session di ngopi cantik jilid 8, banyak menambah ilmu bukan?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar